Langsung ke konten utama

Yang Mereka Bilang


✔ drama korea bilang "sudahlah, kamu jadi diri sendiri saja. Nggak usah ngapa-ngapain. Kesialanmu hari ini itu akan mendatangkan keberuntungan yang sangat besar. Keberuntungan itu berupa datangnya seorang pria yang sangat sempurna kepadamu entah dari mana asalnya. Sangat sangat sempurna, tampan, tinggi, kaya raya, sangat perhatian, romantis dan mencintaimu dengan sangat. Dia akan mengejarmu, mempertahankanmu dan nggak akan meninggalkanmu. Dia adalah solusi dari semua masalahmu. Kamu nggak perlu menjemputnya, hanya jadi diri sendiri saja dan bertemu dengan kesialan yang menyebalkan."

✔ drama holiwood bilang "Heiiii... mana bisa begitu. Kamu jadi perempuan harus realistis. Berusaha dong upgrade diri, introspeksi diri, jadilah tangguh, jadilah pembelajar, kamu harus mengejar sesuatu yang kamu inginkan. Jadi perempuan harus mandiri, harus berusaha keras untuk sesuatu yang memang kamu inginkan. Jangan mengharapkan keajaiban (dalam hal apapun) itu terjadi, dia ada tapi setelah kamu berusaha semaksimal mungkin. Pria tampan dan romantis? Ada, bakalan ada, tapi kamu juga harus berusaha, nggak cuma menunggu. Bahkan dia akan meninggalkanmu jika kamu tidak berusaha. Please girls be realistic"

✔ aku bilang "tapi tapi tapi, aku lagi seneng dimanja sama impian semuuuu. Drama korea itu lucu bangetttt, bikin penasaran bangeettt. Gampang banget buat dapetinnya. Lagian drama hollywood sekarang apa sih yang bisa ditonton? Kasih masukan dwong!! Sekarang nggak sebanyak dulu deh kayaknya. Atau aku yg nggak update? Terus ada gitu web yang mengkhususkan diri menyediakan drama hollywood? Dikit-dikit dibanned sama pihak hollywood"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea Romance is a Bonus Book

Dari dulu aku suka banget sama film atau drama dengan setting atau tema kantor, terlebih lagi kalau itu kantor penerbitan. Cerita Drama Korea Romance is a Bonus Book ini sebenernya ringan, tidak terlalu menguras emosi, tapi sangat bisa dinikmati dan bikin penasaran tentu saja. Walau ini sebenernya sangat subyektif ya, tapi menurutku drama korea Romance is a Bonus Book ini  pengemasan ceritanya pas, nggak terlalu lebay. Walau di awal awal terlihat drama romantisnya tapi ceritanya nggak melulu tentang dua orang yang sedang jatuh cinta. Tapi banyak mengangkat cerita-cerita di dunia penerbitan yang kalau kamu pernah kerja di sana kamu bisa relate banget. Juga menceritakan masalah-masalah setiap orang yang bekerja di penerbitan itu, walau cuma sedikit. Aku juga suka cara penulis skenario yang mengajarkan penonton bahwa semua orang itu memiliki cerita masing-masing dan kelemahan masing-masing bahkan pada orang yang keliatan sangat mandiri, kuat dan terlihat seperti penyihir sekal...

Review Film Korea The Witch. Part 1: The Subversion (2018)

Nonton film korea satu ini karena dapet cuplikan lucu di instagram explore. Dari cuplikannya itu terkesan ini film komedi romantis. Waktu baca sinopsisnya lha kok action thriller gitu 😂😂😂. Tapi gpp lah, siapa tau bisa membuatku lebih bisa bersyukur sama hidup. Ya kan? Film ini muncul di explore instagram karena kenaikan popularitas pemainnya karena drama itaewon class. Film korea satu ini bercerita tentang manusia yang memiliki otak hasil eksperiman dan rekayasa ilmuwan. Anak-anak kecil yang memiliki kemampuan otak yang luar biasa, namun harus dimusnahkan karena karena para penelitinya takut akan membahayakan kehidupan manusia lainnya. Tapi salah satu dari anak kecil itu berhasil lolos dan menyelamatkan diri, ditemukan dan diangkat oleh sepasang suami istri peternak di pedesaan. Sampai dia menginjak remaja dia menjadi manusia normal seperti yang lainnya. Namun karena keadaan ekonomi keluarga dan penyakit ibunya, dia memutuskan untuk mengikuti ajang pencarian bakat. Dia b...

Review film korea Innocent witness (2019)

Aku suka sekali sama film ini. Ternyata aku suka film dengan tema pengadilan. Sebelumnya aku nonton Juror 8 dan menurutku ini juga bagus banget. Waktu baca sinopsis Innocent Witness, kupikir ini tentang pengacara yang bekerjasama dengan seorang saksi mata pembunuhan, yang saksinya ini seorang remaja yang autis. Kupikir begitu. Bagaimana cara si pengacara bekerjasama dengan anak autis ini, membela atau membuktikan pembunuhan bersama. Tetapi ternyata dua orang ini di kubu yang berbeda. Si pengacara berusaha membuktikan kalau tersangka yang dibelanya tidak bersalah. Dan si anak autis ini berusaha meyakinkan para hakim kalau dia beneran melihat pembunuhan itu, of course diragukan dong. Waktu awal-awal aku mikir, ini beneran dibunuh nggak sih, atau beneran cuma bunuh diri? Si anak autis ini halu nggak sih? Gitu. Lebih penasaran sama kasus ini dibandingkan waktu nonton film The Accidental Detective, padahal film the accidental detective tentang detective yang memecahkan masalah. ...