Langsung ke konten utama

Review Drama Korea Drunk in Good Taste (2018)

Nonton drama ini setelah lama nggak nonton drama romance, jadinya ngerasa baguuuus gitu. Ibarat kayak biasanya makan makanan rumahan lalu sesekali makan mie ayam atau pizza, jadi rasanya enaaakkkkk gitu. Ope seh iki? 😂😂 maafkan! Tapi serius rasanya gitu. Kalau keseringan nonton drama romance itu pada akhirnya kayak muak, kalau makanan eneg gitu kali ya? Bosen, gitu-gitu aja. Memang sesuatu yang monoton itu nggak baek. Menu makan juga harus variatif, ya kan?

Jadi ini tuh drama korea yang hanya terdiri dari 2 episode, atau mini web drama, disebutnya sering gitu. Kalau lagi males nonton yang panjang-panjang biasanya aku nyari-nyari yang web drama gitu. Biar penasarannya nggak berkepanjangan.

Ini temanya kekinian banget. Tentang instagram influencer, lebih tepatnya dessert influencer yang memiliki 75k followers. Untuk ukuran korea ini buwanyak banget ya. Artis-artis yang lumayan berseliweran di drama aja banyak yang followernya nggak sampai puluhan ribu. Jadi jangan samakan dengan di indonesia. Jadi intinya dia terkenil bingit gitu.

Sebenernya ceritanya sederhana sih, seorang influencer yang baru masuk kuliah, yang disibukkan oleh adaptasi masa kuliah dan sama passion dia memposting makanan manis. Si influencer ini mikirnya sederhana, orang yang suka makanan manis nggak mungkin jahat. Anjaayyy 😂😂 terus aku nginget-inget adegan film yang orang jahat makan eskrim atau apa kek yang manis. Memang nggak sinkron.

Tentu saja drama ini ada bumbu romance nya dan cukup ngegemesin menurutku. Si cowoknya juga syakeeeppp. Aku syukaa. Si cowok ini juga ada di web drama brotherhood. Serius yang ini lucu banget. Tonton aja sudah kurifyu juga

Oya Sebagai manusia yang memiliki akun instagram hampir 100k followers (96k waktu nulis) aku ngerasa agak relate sama web drama satu ini, apalagi aku lagi kepikiran buat bikin akun yang ngebahas makanan, jadi makin suka sama drama korea ini.

Nggak tau kenapa review kali ini agak kesusahan banget untuk masuk ke critanya soalnya takut spoiler banget dan emang ceritanya simple banget 😂😂 sampai aku revisi 3x lho. Tapi ini bagus kok, recomended kalau kamu nyari cerita romance yang ringan dan menghibur. Kukasih nilai 7,2 untuk web drama korea satu ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea Romance is a Bonus Book

Dari dulu aku suka banget sama film atau drama dengan setting atau tema kantor, terlebih lagi kalau itu kantor penerbitan. Cerita Drama Korea Romance is a Bonus Book ini sebenernya ringan, tidak terlalu menguras emosi, tapi sangat bisa dinikmati dan bikin penasaran tentu saja. Walau ini sebenernya sangat subyektif ya, tapi menurutku drama korea Romance is a Bonus Book ini  pengemasan ceritanya pas, nggak terlalu lebay. Walau di awal awal terlihat drama romantisnya tapi ceritanya nggak melulu tentang dua orang yang sedang jatuh cinta. Tapi banyak mengangkat cerita-cerita di dunia penerbitan yang kalau kamu pernah kerja di sana kamu bisa relate banget. Juga menceritakan masalah-masalah setiap orang yang bekerja di penerbitan itu, walau cuma sedikit. Aku juga suka cara penulis skenario yang mengajarkan penonton bahwa semua orang itu memiliki cerita masing-masing dan kelemahan masing-masing bahkan pada orang yang keliatan sangat mandiri, kuat dan terlihat seperti penyihir sekal...

Review Film Korea Hot Young Blood (2012)

Ini film korea yang kutonton bukan saat karantina tapi sebelum itu. Pengen nonton ini sudah lama banget, tapi nggak nemu-nemu filmnya. Di viu dan aplikasi sejenis nggak ada, di web-web yang nyediain download gratis juga nggak ada, di Youtube apalagi. Akhirnya bisa nemu setelah kenalan sama drakor.id+ app, aku suka syekali aplikasi ini. Ini film remaja yang diperanin sama Lee Jung Suk dan Park Bo Young yang berseting di tahun 70an (atau 80an, lupa), karena lupa sama nama karakter di film kita pakai nama asli pemainnya saja ya. Jadi ceritanya si Lee Jung Suk ini palyboy kelas kakap. Serius kalau bukan tokoh utama atau kalau dia di kehidupan nyata, dia ini brengsek banget. Jenis lelaki yang 99% kita jauhi 1%nya karna dia ganteng aja. Dia ini suka banget menargetkan cewek-cewek buat diajak bobok bareng, kalau sudah dapet nanti diputusin. Dan dia punya daftar cewek-ceweknya, kalau sudah berhasil ditandai deh sama dia. Serius nih nulis sambil emosi sama cowok begini. Meskipun sudah terkenal ...

Review film korea Innocent witness (2019)

Aku suka sekali sama film ini. Ternyata aku suka film dengan tema pengadilan. Sebelumnya aku nonton Juror 8 dan menurutku ini juga bagus banget. Waktu baca sinopsis Innocent Witness, kupikir ini tentang pengacara yang bekerjasama dengan seorang saksi mata pembunuhan, yang saksinya ini seorang remaja yang autis. Kupikir begitu. Bagaimana cara si pengacara bekerjasama dengan anak autis ini, membela atau membuktikan pembunuhan bersama. Tetapi ternyata dua orang ini di kubu yang berbeda. Si pengacara berusaha membuktikan kalau tersangka yang dibelanya tidak bersalah. Dan si anak autis ini berusaha meyakinkan para hakim kalau dia beneran melihat pembunuhan itu, of course diragukan dong. Waktu awal-awal aku mikir, ini beneran dibunuh nggak sih, atau beneran cuma bunuh diri? Si anak autis ini halu nggak sih? Gitu. Lebih penasaran sama kasus ini dibandingkan waktu nonton film The Accidental Detective, padahal film the accidental detective tentang detective yang memecahkan masalah. ...