Langsung ke konten utama

Review Web Drama Korea Brotherhood (2018)

Menurutku web drama korea Brotherhood ini lucu banget, awal-awalnya. Agak tengah ke belakang biasa aja. Tertarik nonton karena muncul cuplikannya di explore ig dan aku ngekek.

Karena web drama, durasi per episodenya sangat pendek hanya sekitar 4-5 menitan aja. Hanya episode terakhir aja yang agak panjang kalau nggak salah sampai 10 menit. Aku suka web drama brotherhood karena nggak makan waktu saat menontonnya tapi bisa sangat menghibur.

Dari judulnya aja sudah keliatan temanya kan? Iya ini bercerita tengang persaudaraan dua kakak adek (yang cakep). Si kakak lebih cakep tapi suuuuper ngeselin. Serius nyebelin banget. Tipe-tipe kakak nyebelin mau menang sendiri itu lho. Punya kakak kek gini pasti udah kupecat dari dulu 😂😂.

Jadi ceritanya kakak adek ini hidup berdua saja, karena apa-apa si kakak yamg bayarin makanya dia bertingkah menyebalkan. Lalu suatu saat (setelah menjomblo sepanjang hidup akhirnya) si kakak punya cewek dan diajak tinggal bareng. Tambahan personil di rumah ini bikin hidup mereka tambah berwarna.

Lucu kok, serius lucu banget yang episode awal-awalnya. Tapi santai aja kalau kamu nggak suka toh cuma 5 menit per episode. Kalau nggak salah ada 10 atau 12 episode. Web drama Korea Brotherhood ini bisa kamu tonton di youtube ya. Kukasih nilai 7,8 untuk web drama korea satu ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea Romance is a Bonus Book

Dari dulu aku suka banget sama film atau drama dengan setting atau tema kantor, terlebih lagi kalau itu kantor penerbitan. Cerita Drama Korea Romance is a Bonus Book ini sebenernya ringan, tidak terlalu menguras emosi, tapi sangat bisa dinikmati dan bikin penasaran tentu saja. Walau ini sebenernya sangat subyektif ya, tapi menurutku drama korea Romance is a Bonus Book ini  pengemasan ceritanya pas, nggak terlalu lebay. Walau di awal awal terlihat drama romantisnya tapi ceritanya nggak melulu tentang dua orang yang sedang jatuh cinta. Tapi banyak mengangkat cerita-cerita di dunia penerbitan yang kalau kamu pernah kerja di sana kamu bisa relate banget. Juga menceritakan masalah-masalah setiap orang yang bekerja di penerbitan itu, walau cuma sedikit. Aku juga suka cara penulis skenario yang mengajarkan penonton bahwa semua orang itu memiliki cerita masing-masing dan kelemahan masing-masing bahkan pada orang yang keliatan sangat mandiri, kuat dan terlihat seperti penyihir sekal...

Review Film Korea The Witch. Part 1: The Subversion (2018)

Nonton film korea satu ini karena dapet cuplikan lucu di instagram explore. Dari cuplikannya itu terkesan ini film komedi romantis. Waktu baca sinopsisnya lha kok action thriller gitu 😂😂😂. Tapi gpp lah, siapa tau bisa membuatku lebih bisa bersyukur sama hidup. Ya kan? Film ini muncul di explore instagram karena kenaikan popularitas pemainnya karena drama itaewon class. Film korea satu ini bercerita tentang manusia yang memiliki otak hasil eksperiman dan rekayasa ilmuwan. Anak-anak kecil yang memiliki kemampuan otak yang luar biasa, namun harus dimusnahkan karena karena para penelitinya takut akan membahayakan kehidupan manusia lainnya. Tapi salah satu dari anak kecil itu berhasil lolos dan menyelamatkan diri, ditemukan dan diangkat oleh sepasang suami istri peternak di pedesaan. Sampai dia menginjak remaja dia menjadi manusia normal seperti yang lainnya. Namun karena keadaan ekonomi keluarga dan penyakit ibunya, dia memutuskan untuk mengikuti ajang pencarian bakat. Dia b...

Review film korea Innocent witness (2019)

Aku suka sekali sama film ini. Ternyata aku suka film dengan tema pengadilan. Sebelumnya aku nonton Juror 8 dan menurutku ini juga bagus banget. Waktu baca sinopsis Innocent Witness, kupikir ini tentang pengacara yang bekerjasama dengan seorang saksi mata pembunuhan, yang saksinya ini seorang remaja yang autis. Kupikir begitu. Bagaimana cara si pengacara bekerjasama dengan anak autis ini, membela atau membuktikan pembunuhan bersama. Tetapi ternyata dua orang ini di kubu yang berbeda. Si pengacara berusaha membuktikan kalau tersangka yang dibelanya tidak bersalah. Dan si anak autis ini berusaha meyakinkan para hakim kalau dia beneran melihat pembunuhan itu, of course diragukan dong. Waktu awal-awal aku mikir, ini beneran dibunuh nggak sih, atau beneran cuma bunuh diri? Si anak autis ini halu nggak sih? Gitu. Lebih penasaran sama kasus ini dibandingkan waktu nonton film The Accidental Detective, padahal film the accidental detective tentang detective yang memecahkan masalah. ...