Langsung ke konten utama

Review Drama Korea Itaewon Class (2020)

Sebenernya agak takut waktu mau nonton drama Korea Itaewon Class satu ini, soalnya di awal-awal episode kan si Park Sae Royi ini menderita banget ya. Dia dikeluarkan dari sekolah lalu dipenjara, belum lagi ayahnya meninggal karena terbunuh. Sudah gitu musuhnya nyebelin dan jahat banget kan? Kayak nggak ada indah-indahnya di awal episode.

Tapi karena alasan; drama ini bersliweran di explore ig, mendapat rating yang tinggi dan karena memang sangat penasaran ya akhirnya nonton juga. Dan aku sukaaaa. Apalagi temanya tentang membangun usaha gitu kan? Sebagai manusia yang bercita-cita menjadi enterpreneur sukses aku menikmati nonton drama satu ini.

Walau usaha Park Sae Royi ini di drama digambarkan nggak berjalan mulus, tapi menurutku sebagai orang yang berkecimpung di dunia itu mendengar banyak cerita tentang enterpreneur lain, usaha Park Sae Royi ini termasuk yang berjalan seperti di jalan tol menurutku. Seperti sangat mudah aja. Apalagi dengan timnya dia yang bertahun-tahun nggak ganti. That such an amaizing thing. Karena seringnya, bos sudah berkembang tetapi sangat sulit untuk membawa karyawannya berkembang. Itu yang sering terjadi. Tipe orang yang bisa berkembang itu si selebgram itu memang bisa berkembang, tapi yang lain sepertinya enggak. Tapi namanya juga drama, ya kan? Apapun bisa terjadi.

Tapi aku suka gelombang positif yang disebarkan film ini. Apapun keadaan kita, senegatif dan serendah apapun orang memandang hidup kita, kita tetap bisa sukses. Kita nggak boleh mengaminkan pandangan buruk orang lain terhadap kita. Kalau kita menyetujui pendapat mereka ya ucapkan "wassalam, goodbye" sama mimpi kita. Jadi apapun pendapat orang lain, yang lebih penting itu pendapat kita sendiri terhadap diri kita.

Park Seo Jun ini actingnya juga bagus. Aku nonton drama-dramanya dan karakternya bisa beda-beda semua. Padahal kalau yang di drama korea she was pretty dan whats wrong with secretary kim karakternya hampir sama tapi auranya bisa beda banget. Keren.

Oiya di drama ini juga makin membuatku kagum sama make up artis korea. Terutama sama tokoh antagonisnya, bisa beda banget sama biasanya. Bisa keliatan tuaaa dan jahaattt. Padahal kalau di drama lain dia nggak setua itu, dan biasanya karakternya lucuuu.

Oiya dari tadi ngoceh tentang drama korea satu ini tapi nggak ngasih tau isi dramanya apa. Ceritanya itu tentang Park Sae Royi yang bercita-cita jadi polisi, karena dia nggak suka sama ketidakadilan. Saat dia pindah sekolah dia melihat aksi bully yang dilakukan oleh anak konglomerat, jelas dia nggak tahan dan membela anak yang dibully.

Anak yang membully ini ternyata anak bos ayahnya, yang mati-matian di bella sama bos ayahnya. Sampai-sampai anaknya berbuat jahat tidak disuruh minta maaf malah orang lain yang disuruh minta maaf. Karena Park Sae Royi menolak meminta maaf dia dikeluarkan dari sekolahnya, dan ayah Park Sae Royi dipecat dari kerjaannya. Biasaaa, sekolahnya tunduk sama si bos besar.

Beberapa hari kemudian ayah Park Sae Royi meninggal dan diduga terbunuh karena kecelakaan lalu lintas akibat anaknya si bos besar. Bos besar berusaha menutupi hal itu, karena marah Park Sae Royi mau membunuh di anak bos namun nggak berhasil dan malah dipenjara selama 3 tahun. Namun dari kejadian ini Park Sae Royi memiliki niat untuk memiliki usaha makanan terbesar di korea mengalahkan perusahaan milik si bos besar. Isi dramanya berisi tentang perjuangan Park Sae Royi membangun usahanya. Kisah asamaranya dikit, tapi nggak masalah buatku, lagi bosen sama yang kebanyaan romancenya.

Aku suka sama drama korea satu ini, kukasih nilai 7,7 untuk drama ITAEWON Class.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea Romance is a Bonus Book

Dari dulu aku suka banget sama film atau drama dengan setting atau tema kantor, terlebih lagi kalau itu kantor penerbitan. Cerita Drama Korea Romance is a Bonus Book ini sebenernya ringan, tidak terlalu menguras emosi, tapi sangat bisa dinikmati dan bikin penasaran tentu saja. Walau ini sebenernya sangat subyektif ya, tapi menurutku drama korea Romance is a Bonus Book ini  pengemasan ceritanya pas, nggak terlalu lebay. Walau di awal awal terlihat drama romantisnya tapi ceritanya nggak melulu tentang dua orang yang sedang jatuh cinta. Tapi banyak mengangkat cerita-cerita di dunia penerbitan yang kalau kamu pernah kerja di sana kamu bisa relate banget. Juga menceritakan masalah-masalah setiap orang yang bekerja di penerbitan itu, walau cuma sedikit. Aku juga suka cara penulis skenario yang mengajarkan penonton bahwa semua orang itu memiliki cerita masing-masing dan kelemahan masing-masing bahkan pada orang yang keliatan sangat mandiri, kuat dan terlihat seperti penyihir sekal...

Review Film Korea The Witch. Part 1: The Subversion (2018)

Nonton film korea satu ini karena dapet cuplikan lucu di instagram explore. Dari cuplikannya itu terkesan ini film komedi romantis. Waktu baca sinopsisnya lha kok action thriller gitu 😂😂😂. Tapi gpp lah, siapa tau bisa membuatku lebih bisa bersyukur sama hidup. Ya kan? Film ini muncul di explore instagram karena kenaikan popularitas pemainnya karena drama itaewon class. Film korea satu ini bercerita tentang manusia yang memiliki otak hasil eksperiman dan rekayasa ilmuwan. Anak-anak kecil yang memiliki kemampuan otak yang luar biasa, namun harus dimusnahkan karena karena para penelitinya takut akan membahayakan kehidupan manusia lainnya. Tapi salah satu dari anak kecil itu berhasil lolos dan menyelamatkan diri, ditemukan dan diangkat oleh sepasang suami istri peternak di pedesaan. Sampai dia menginjak remaja dia menjadi manusia normal seperti yang lainnya. Namun karena keadaan ekonomi keluarga dan penyakit ibunya, dia memutuskan untuk mengikuti ajang pencarian bakat. Dia b...

Review film korea Innocent witness (2019)

Aku suka sekali sama film ini. Ternyata aku suka film dengan tema pengadilan. Sebelumnya aku nonton Juror 8 dan menurutku ini juga bagus banget. Waktu baca sinopsis Innocent Witness, kupikir ini tentang pengacara yang bekerjasama dengan seorang saksi mata pembunuhan, yang saksinya ini seorang remaja yang autis. Kupikir begitu. Bagaimana cara si pengacara bekerjasama dengan anak autis ini, membela atau membuktikan pembunuhan bersama. Tetapi ternyata dua orang ini di kubu yang berbeda. Si pengacara berusaha membuktikan kalau tersangka yang dibelanya tidak bersalah. Dan si anak autis ini berusaha meyakinkan para hakim kalau dia beneran melihat pembunuhan itu, of course diragukan dong. Waktu awal-awal aku mikir, ini beneran dibunuh nggak sih, atau beneran cuma bunuh diri? Si anak autis ini halu nggak sih? Gitu. Lebih penasaran sama kasus ini dibandingkan waktu nonton film The Accidental Detective, padahal film the accidental detective tentang detective yang memecahkan masalah. ...