Langsung ke konten utama

Review film korea NEGOTIATION (2018)

Heol! Daebak! Ini adalah film yang suuuuper kece. Pengen cerita panjang lebar dan spoiler juga tapi kasian kalau kamu belum nonton, nanti jadi nggak asyik menontonnya. Tapi sumpah ini film keren, kamu harus nonton. Nilai 8,15 dari 10 untuk film satu ini.

Ceritanya tentang negosiasi antara penyandera dan polisi. Negosiator polisinya diperankan oleh Yejin dan penyanderanya oleh Hyun Bin. Karena lupa nama tokohnya kita pakai nama Yekin dan Hyun Bin aja ya.

Yejin ini termasuk negosiator yang handal. Waktu dia dipanggil untuk menangani kasus ini dia sudah mengirimkan surat resign karena rasa bersalahnya terhadap seorang wanita yang tidak bisa dia selamatkan dari kasus penyanderaan. Tapi atasannya masih belum menyetujui pengunduran dirinya jadi dia diminta untuk menjadi negosiator untuk kasus ini.

Si penculik dan penyanderanya ini terkenal sangat bengis. Dia ini penjual senjata ilegal yang memiliki organisasi penjahat terbesar se asia (kalau nggak salah atau dunia lupa). Di awal emang bengis babget, membunuh dengan tega tanpa rasa bersalah.

Yejin merasa kesulitan di kasus ini karena orang-orang yang bekerja di sini tidak dengan jujur mengatakan yang sebenernya terjadi. Bahkan ketika dia datang, tanpa dikasih tau apa-apa termasuk informasi tentang penculiknya dia langsung disuruh berhadapan dengan penculiknya. Akibatnya negosiasinya kurang lancar. Oiya, negosiasinya ini dilakukan jarak jauh ya, dengan teleconference, online (jaman canggih cuy, nyulik aja bisa online)

Yejin nggak mau mengandalkan orang-orang yang sudah ada di situ karena dari awal nggak jujur. Dia mengandalkan orang-orangnya sendiri untuk mencari informasi. Sedikit demi sedikit benang kusutnya mulai terkuak. Ternyata itu bukan kasus sepele, tapi kasus besar yang melibatkan petinggi-petinggi negara. Bahkan ada hubungannya juga dengan kasus penculikan yang ditangani Yejin di awal tadi.

Sebenernya pengen banget spoiler, sumprit. Tapi aku nggak tega. Nanti kamu kehilangan keindahan film ini. Nggak tau ini bisa disebut happy ending atau enggak, yang jelas kasus yang melatar belakangi penculikan ini mulai diajukan ke pengadilan tinggi militer korea. Dan yang jelas ini film bagus, recommended buat ditonton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea Romance is a Bonus Book

Dari dulu aku suka banget sama film atau drama dengan setting atau tema kantor, terlebih lagi kalau itu kantor penerbitan. Cerita Drama Korea Romance is a Bonus Book ini sebenernya ringan, tidak terlalu menguras emosi, tapi sangat bisa dinikmati dan bikin penasaran tentu saja. Walau ini sebenernya sangat subyektif ya, tapi menurutku drama korea Romance is a Bonus Book ini  pengemasan ceritanya pas, nggak terlalu lebay. Walau di awal awal terlihat drama romantisnya tapi ceritanya nggak melulu tentang dua orang yang sedang jatuh cinta. Tapi banyak mengangkat cerita-cerita di dunia penerbitan yang kalau kamu pernah kerja di sana kamu bisa relate banget. Juga menceritakan masalah-masalah setiap orang yang bekerja di penerbitan itu, walau cuma sedikit. Aku juga suka cara penulis skenario yang mengajarkan penonton bahwa semua orang itu memiliki cerita masing-masing dan kelemahan masing-masing bahkan pada orang yang keliatan sangat mandiri, kuat dan terlihat seperti penyihir sekal...

Review Film Korea Hot Young Blood (2012)

Ini film korea yang kutonton bukan saat karantina tapi sebelum itu. Pengen nonton ini sudah lama banget, tapi nggak nemu-nemu filmnya. Di viu dan aplikasi sejenis nggak ada, di web-web yang nyediain download gratis juga nggak ada, di Youtube apalagi. Akhirnya bisa nemu setelah kenalan sama drakor.id+ app, aku suka syekali aplikasi ini. Ini film remaja yang diperanin sama Lee Jung Suk dan Park Bo Young yang berseting di tahun 70an (atau 80an, lupa), karena lupa sama nama karakter di film kita pakai nama asli pemainnya saja ya. Jadi ceritanya si Lee Jung Suk ini palyboy kelas kakap. Serius kalau bukan tokoh utama atau kalau dia di kehidupan nyata, dia ini brengsek banget. Jenis lelaki yang 99% kita jauhi 1%nya karna dia ganteng aja. Dia ini suka banget menargetkan cewek-cewek buat diajak bobok bareng, kalau sudah dapet nanti diputusin. Dan dia punya daftar cewek-ceweknya, kalau sudah berhasil ditandai deh sama dia. Serius nih nulis sambil emosi sama cowok begini. Meskipun sudah terkenal ...

Review film korea Innocent witness (2019)

Aku suka sekali sama film ini. Ternyata aku suka film dengan tema pengadilan. Sebelumnya aku nonton Juror 8 dan menurutku ini juga bagus banget. Waktu baca sinopsis Innocent Witness, kupikir ini tentang pengacara yang bekerjasama dengan seorang saksi mata pembunuhan, yang saksinya ini seorang remaja yang autis. Kupikir begitu. Bagaimana cara si pengacara bekerjasama dengan anak autis ini, membela atau membuktikan pembunuhan bersama. Tetapi ternyata dua orang ini di kubu yang berbeda. Si pengacara berusaha membuktikan kalau tersangka yang dibelanya tidak bersalah. Dan si anak autis ini berusaha meyakinkan para hakim kalau dia beneran melihat pembunuhan itu, of course diragukan dong. Waktu awal-awal aku mikir, ini beneran dibunuh nggak sih, atau beneran cuma bunuh diri? Si anak autis ini halu nggak sih? Gitu. Lebih penasaran sama kasus ini dibandingkan waktu nonton film The Accidental Detective, padahal film the accidental detective tentang detective yang memecahkan masalah. ...