Langsung ke konten utama

Review Drama Korea Revenge Note 1 dan 2 (2017 & 2018)

Waktu denger judul revenge note ini, aku jadi teringat film kartun jepang. Ceritanya tentang sebuah buku yang di dalamnya ada setannya, kalau sebuah nama dituliskan di buku itu maka pemilik nama itu akan meninggal. Kalau di drama korea ini bentuknya bukan buku, tapi sebuah aplikasi di HP. Kalau sebuah nama dituliskan di sana maka orang itu akan sial, nggak sampai meninggal tapi sial bener-bener sial. Di revenge note kedua aplikasinya sudah lebih canggih, kalau nama yang dituliskan di aplikasi tidak jahat atau orang baik, maka aplikasinya akan memberitahukan kalau target tidak memenuhi syarat balas dendam. Sehingga kesialan tidak bisa menimpa orang itu. Selain itu kalau ada teman yang dalam bahaya si aplikasi juga kasih notifikasi, ini nggak terjadi di revenge note yang pertama.


Drama korea Revenge Note ini ada dua seri, daaan aku nonton dua-duanya 😂😂. Padahal aku nggak sepenasaran itu tapi entah kenapa kutonton semua. Kalau suruh pilih aku lebih memilih revenge note yang pertama. Di drama Revenge Note yang kedua, acting para pemainnya banyak yang nggak oke, keliatan aneh, kurang pas gitu, terutama samuel si pemeran utama prianya. Para pemain pendukungnya juga banyak yang kurang oke menurutku. Nonton revenge note yang kedua ini jadi mikir "oh ekting para pemain drama korea juga ada yang belum bagus". Nonton drama revenge note yang kedua ini jadi mengakui hebatnya ekting para pemain yang lain di film dan drama lain 😂😂 kacau nih akunya.


Oiya aplikasi balas dendam ini sebenernya datang tiba-tiba di Hp anak yang biasanya kena bully, yang baik hati dan biasa kelas 1 SMA. Dua tokoh utamanya begitu. Tapi dua-duanya di akhir drama memutuskan untuk tidak memakai aplikasinya, karen mereka susah memiliki support sistem sendiri, yakni teman-temannya.


Kalau diminta menilai drama korea revenge note maka aku akan kasih 6,8 untuk revenge note yang pertama dan 6,3 untuk revenge note yang kedua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea Romance is a Bonus Book

Dari dulu aku suka banget sama film atau drama dengan setting atau tema kantor, terlebih lagi kalau itu kantor penerbitan. Cerita Drama Korea Romance is a Bonus Book ini sebenernya ringan, tidak terlalu menguras emosi, tapi sangat bisa dinikmati dan bikin penasaran tentu saja. Walau ini sebenernya sangat subyektif ya, tapi menurutku drama korea Romance is a Bonus Book ini  pengemasan ceritanya pas, nggak terlalu lebay. Walau di awal awal terlihat drama romantisnya tapi ceritanya nggak melulu tentang dua orang yang sedang jatuh cinta. Tapi banyak mengangkat cerita-cerita di dunia penerbitan yang kalau kamu pernah kerja di sana kamu bisa relate banget. Juga menceritakan masalah-masalah setiap orang yang bekerja di penerbitan itu, walau cuma sedikit. Aku juga suka cara penulis skenario yang mengajarkan penonton bahwa semua orang itu memiliki cerita masing-masing dan kelemahan masing-masing bahkan pada orang yang keliatan sangat mandiri, kuat dan terlihat seperti penyihir sekal...

Review Film Korea The Witch. Part 1: The Subversion (2018)

Nonton film korea satu ini karena dapet cuplikan lucu di instagram explore. Dari cuplikannya itu terkesan ini film komedi romantis. Waktu baca sinopsisnya lha kok action thriller gitu 😂😂😂. Tapi gpp lah, siapa tau bisa membuatku lebih bisa bersyukur sama hidup. Ya kan? Film ini muncul di explore instagram karena kenaikan popularitas pemainnya karena drama itaewon class. Film korea satu ini bercerita tentang manusia yang memiliki otak hasil eksperiman dan rekayasa ilmuwan. Anak-anak kecil yang memiliki kemampuan otak yang luar biasa, namun harus dimusnahkan karena karena para penelitinya takut akan membahayakan kehidupan manusia lainnya. Tapi salah satu dari anak kecil itu berhasil lolos dan menyelamatkan diri, ditemukan dan diangkat oleh sepasang suami istri peternak di pedesaan. Sampai dia menginjak remaja dia menjadi manusia normal seperti yang lainnya. Namun karena keadaan ekonomi keluarga dan penyakit ibunya, dia memutuskan untuk mengikuti ajang pencarian bakat. Dia b...

Review film korea Innocent witness (2019)

Aku suka sekali sama film ini. Ternyata aku suka film dengan tema pengadilan. Sebelumnya aku nonton Juror 8 dan menurutku ini juga bagus banget. Waktu baca sinopsis Innocent Witness, kupikir ini tentang pengacara yang bekerjasama dengan seorang saksi mata pembunuhan, yang saksinya ini seorang remaja yang autis. Kupikir begitu. Bagaimana cara si pengacara bekerjasama dengan anak autis ini, membela atau membuktikan pembunuhan bersama. Tetapi ternyata dua orang ini di kubu yang berbeda. Si pengacara berusaha membuktikan kalau tersangka yang dibelanya tidak bersalah. Dan si anak autis ini berusaha meyakinkan para hakim kalau dia beneran melihat pembunuhan itu, of course diragukan dong. Waktu awal-awal aku mikir, ini beneran dibunuh nggak sih, atau beneran cuma bunuh diri? Si anak autis ini halu nggak sih? Gitu. Lebih penasaran sama kasus ini dibandingkan waktu nonton film The Accidental Detective, padahal film the accidental detective tentang detective yang memecahkan masalah. ...